Showing posts with label appreciation. Show all posts
Showing posts with label appreciation. Show all posts

Saturday, July 28, 2012

FRIENDSHIP

Friendship is the best gift to the man kind. The only relationship which does not relate to blood is friendship. A friendship has many forms and shapes. It is like water. If we pour the water into a jug, it takes the shape of the jug. If you pour the same water into a bowl, it takes the shape of the bowl. A friendship will take different shapes and sizes according to our heart. Friendship gives pleasure to human beings. Where there is friendship, then there will not be any sorrow. When you see a child laughing you will forget your sorrows for a second. This is also true when you are with a friend. You tend to forget your sorrows, too.

True friendship will never make others down. It helps a lot to make friends to come up from the situation. Friendship will never expect anything in return for all its offerings. It saves life without looking into any situation.

Friends come with friendship. They are the channel of love and affection. Friends are like a child's heart who doesn't have any wrong thinkings. When there is a friend with us, we feel secured, happy and comfortable which you can't get from others.

Friendship is also a blessing. A friend is the channel through whom great emotional, spiritual, and sometimes even physical blessings flow. Friends will cheer us when we are sorrowful or depressed. Friends will challenge us to attain our original limits with encouragement when we allow ourselves not to go beyond our reasonable boundaries. Friends will motivate us when we are ready to give in, and they can provide for us when life falls apart. Friends are there when all is well, and we want someone with whom to share life’s pleasant and memorable moments. We often just want them around, to have a good time, to laugh, to act silly and to enjoy some mutually liked activity. A true friend will motivate us to attain our goal. They will stand by your side when you need  support. 

Friendship is the only everlasting feature in this world. Friendship is like a banyan tree. Banyan tree seed is very small, but when it comes out of earth nothing can stop its growth. The same applies to friendship. Friendship will reside in our heart like the banyan tree seed. When it finds the correct soil in another heart, it starts its growth. At one stage, when you get more friendly with that person, it will become tree. After that, nothing in this world can stop it from growing. Friends will try to find new ways to make you stay strong. True friends may not save but they will never let you fall. Friends will find innovative ways to stop you from falling and try to get more help to lift you up.

We may have a lot of friends but try to get a friend who is honest and sincere. That is the only meaning of true friendship.

 FRIENDSHIP REMAINS AND NEVER CAN END...
A FRIEND IN NEED IS A FRIEND INDEED...


( Dedicated to our family friend who is suffering from myasthenia gravis... May ALLAH give him the best of health and strength, Amin... )

Monday, December 13, 2010

HAPPY ANNIVERSARY

An inspirational thought specially dedicated to my husband...

YOU'RE ALL I'VE EVER NEEDED

You are the sun that lights the sky
The stars that shine at night,
The rainbow that comes through the rain 
To make the day feel bright...

You have the smile I long to see
The voice I want to hear
You give me warmth and comfort
Every time you hold me near...

Yours is the heart that beats with mine
You're the air I need to breathe
The driving force within my life
In which I can believe...

You are the inspiration
In my every word and deed
You fill my heart with love
And fill my life with all I need.

Thank you for being my loving and caring husband
Thank you for being a caring and responsible father to our beloved children
Thank you so much for EVERYTHING...

HAPPY 26TH ANNIVERSARY 

             With all my love, 
                 Your Wife






Friday, October 2, 2009

Erti Persahabatan Dari Persepsi Seorang Rakan

aku dan kau : Norlila Samad


Memang benar, aku dengan Norlila adalah kawan sama sekolah. Dia kelas 5E1 dan aku kelas 5m1. Memang benar aku dengan Norlila pernah satu Kuala Terengganu.. Dia di Maktab Batu Rakit. perintis...dia bersama Azman Rahim (5m2) aku di Maktab Pasir Panjang ..bersama Nazar Yasin, Yahya Selamat dan Rani Osman. Itu adalah fakta sejarah.

Sejarah juga telah terpatri selama puluhan tahun itu...30 tahun dari 78-2008 aku dan Norlila sebenarnya tidak pernah bercakap walaupun sapatah perkataan....sekali pun! Hebatnya cara pergaulan kami masa itu, dan aku rasa anak-anak sekarang tidak lagi mengalami pengalaman pahit seperi kami dahulu. Keterbatasan kerana Norlila perempuan dan aku lelaki. Dia kelas E akau kelas M, dia Batu Pahat aku Muar....gap yang terjelma di kalangan kami semasa di SMSJ... amat merugikan silaturahim kami...masa 5 tahun berlalu begitu saja. Aku dan Norlila cuma tahu, kami pernah satu sekolah.

Sebenarnya geng perempuan dan geng lelaki zaman 74-78 mempunyai hubungan yang amat renggang sekali. Rasa malu yang amat tebal, rasa aib kalau diejek, enviroment yang amat rigid, pemantauan guru dan warden yang keras...adalah antara faktor penjarak antara kami. Bukan Norlila saja, malah, aku juga tidak pernah becakap dengan semua girls kelas E dan M2. Aku cuma berteguran dan bersapa dengan 5 orang kawan sekelasku...itupun amat terbatas...

Kini masa telah lama berlalu, 1312..adalah hari kami berjumpa kembali selepas 30 tahun...aku rasa amat terharu kerana selepas 30 tahun kami akhirnya menjadi kawan yang amat baik sekali...Norlila datang dengan semangat suaminya yang tersayang dan anak-anaknya yang terkasih...dengan kerusi roda..aku lambangkan dia serikandi batch 78 dan special one semasa reunion batch kami...hinggalah Norlila menegur aku...Sop...janganlah panggil aku serikandi..aku malu.Barulah aku berhenti mengatakannya...actuallly aku really respect pada Norlila... dalam keuzuran sebegitu dia sudi datang semasa reunion...itulah cikgu.

Aku kini tidak rasa segan untuk menelefon Norlila untuk bertanya khabarnya dan begitu juga dia...gap antara kami semasa sekolah dulu telah dihapus oleh masa....dan kami [ girls and boys ] adalah mangsa masa silam yang amat kejam...aku juga berterima kasih kepada suami Norlila yang sporting dan anak-anaknya yang cantik manis serta peramah itu.

Aidil Fitri ini , aku dipertemukan oleh Tuhan dengan Norlila sekeluarga dirumah Hj Yahya Selamat...walau pada mulanya aku hendak ke rumah dia...tetapi dah terbabas sampai ke rumah Yahya...Alhamdulillah...kami beramah mesra, bergambar dan makan sama-sama 3 keluarga..gembira yang amat sangat..dan dalam masa sunyi begini aku mula memahami..rupanya ribut taufan dan guruh 31 tahun dahulu ialah untuk menghasilkan pelangi petang untuk kami semua...lebih menggembirakan, Norlila sudah semakin sehat dan berjalan seperti biasa.

Buat Norlila sekeluarga...salam bahagia dan gembira...aku dan keluarga amat gembira berjumpa dengan family kau dan kalau ke Kuala Rompin...jangan lupa singgahlah ke teratak kami..U memang special, suami dan anak-anak you amat membahagiakan...Salam.


******Saya rasa amat terharu di atas entri penghargaan buat persahabatan kita semua setelah 30 tahun berpisah dari SMSJ. Kalau dibandingkan dengan Noorsham dan Dr. Md. Rouse dengan saya, lebih besar pengorbanan yg telah mereka buat. Jarak yg beratus km jauh dari Sg. Petani, berbanding dgn saya yg hanya 40 lebih km saja dari Batu Pahat. Bukan saja semangat dari suami & anak2 saja yg menjadikan saya sihat semula, malah semangat yg disuntikkan dari rakan2 juga telah menjadikan saya bersemangat kental. Rasa tersentuh juga dek pertemuan 3 keluarga di rumah Hj. Yahya tempuh hari. Melihatkan anak2 semua yg semakin membesar tapi malu utk bertegur sapa, mengingatkan saya tentang tingkah laku kita sewaktu di SMSJ dulu.Insyaallah jika kami ke Rompin, kami akan berkunjung ke teratak awak. Salam persahabatan dari kami sekeluarga di Johor buat Tuan Guru besar sekeluarga di Pahang. Wassalam.

Sunday, August 16, 2009

F.R.A.N.C.E.

Friendship Remains And Never Can End
Dedicated to my beloved family and cherished friends...

This is just a note of appreciation to you all for reading and sharing your leisure hours in my blog. Writing has been my passion since I started schooling and taking reading as my hobby. It seems quite impossible for me to write a book. So when my children started to introduce me to the world of blogging and my beloved husband bought me this laptop ( Thanks a lot, Ayah... ), I have begun to write whenever I'm free. Moreover, my friends from SMSJ batch 1974 - 1978 have our own blog that we shared with everybody from Sekolah Menengah Sains Johor, Kluang. Mind you that the blog admin. has recently become one of my blog followers...

From that day onwards, I have enjoyed doing the three things that I have missed doing so much all this while. So, besides cooking and sewing, I started to enjoy writing. That is why I have been loading my personal entries from the other blog into my personal blog. Just for my own personal collection. With the encouragements that I got from my beloved husband and children, here I am. Sharing stories, news and other articles with you all...

With love from,
~ The writer ~

Wednesday, June 3, 2009

TERIMA KASIH KERANA MENJAGA IBU

Terima kasih Ayah, Huda, Nadiah, Fathiah, Aisyah dan Ghazi Kerana Menjaga Ibu...

Sudah menjadi perkara rutin untuk ku bersalam & mencium tangan suami ku setiap kali sebelum tidur. Memohon kemaafan di atas segala salah & silap yang dilakukan sepanjang hari tersebut.Namun, segalanya mula berubah.

Pada bulan November 2008, keadaan kesihatan ku mulai merundum. Aku mula batuk2 & disahkan mengidap radang paru2. Aku ke HP dan diberikan rawatan kecemasan. Oleh kerana wad ICU telah penuh, aku dihantar ke HBP.

Mulai dari hari itulah aku sering keluar masuk hospital, sama ada di wad biasa dan ada kalanya ICU. Rutin hidup suami ku dan anak2ku mula berubah. Aku terpaksa melepaskan tanggungjawab dan tugas ku di SKSG. Rakan-rakan ku banyak membantuku. Syukur Alhamdulillah. Hanya Tuhan yang dapat membalasnya...

Selain radang paru2, jantung ku juga mengalami komplikasi. Degupannya yang mencapai 145 degupan seminit mengakibatkan aku tidak dapat tidur lena. Doktor juga memberitahu tentang buah pinggang ku mula menunjukkan tanda2 kurang memuaskan.

Kemuncak penderitaan ku adalah apabila tubuhku tidak boleh menerima ubat yang diberi oleh
doktor lagi. Keadaan ku mencemaskan semua, umpama hampir putus nyawa... Anak ku yang belajar di MU, A dipanggil pulang. Perancangan untuk menghantar ku ke HSAJB dibuat seberapa segera.

Masih terbayang lagi dalam ingatan ku anak2, adik2, saudara-mara dan rakan2 yang menghantar di muka pintu masuk HP melambai dengan tangisan. Alhamdulillah Tuhan memberiku ketabahan yang sungguh tebal sehingga aku dapat menahan airmata daripada menitis. Sebaliknya, ku lemparkan senyuman penuh harapan agar aku dapat kembali sihat semula.

Di HSAJB, para doktor mengambil masa lebih kurang seminggu untuk menemui ubat2 yang sesuai dengan penyakit ku setelah menjalankan beberapa ujian. Suami dan 2 orang anakku memberikan sepenuh perhatian kepadaku sepanjang aku berada di sini. Manakala, 3 orang anak2 ku menunggu di rumah di BP.

Akhirnya, pada hari ke8, aku dibenarkan pulang ke rumah. Dapat ku lihat cahaya kegembiraan pada wajah suami dan anak2ku ketika aku menjejakkan kaki ke rumahku. Tersentap hatiku apabila suami ku dengan susah payahnya membelikan set bekalan gas oksigen dan kerusi roda untuk kegunaanku pada masa kecemasan. Bilik tidurku juga dikemaskan umpama wad Kelas 1 di hospital . Siap dengan loceng untuk meminta bantuan.

Mulai malam itulah setiap kali aku bersalam dan mencium tangan suamiku sebelum tidur,

aku akan berkata,"Terima kasih, kerana menjaga Ibu".
Dan suamiku akan menjawab," Tak apa, sudah menjadi tanggungjawab Ayah".
Itulah ungkapan yang diucapkan pada malam2 seterusnya.

Setelah hampir 6 bulan, kesihatan ku mula menunjukkan tanda2 positif. Aku sudah mula dapat tidur dengan lena, selera ku bertambah dan aku sudah boleh membuat latihan fizikal sedikit demi sedikit.

Sehinggalah pada suatu malam, sebelum tidur, seperti biasa selepas bersalam dan mencium tangan suamiku,

aku berkata,"Terima kasih, kerana menjaga Ibu".

Suamiku menjawab,"Tak apa, sudah menjadi tanggungjawab Ayah. Tapi, kenapa Ibu selalu cakap macam ni?"

Jawabku,"Ibu takut Ibu tak sempat mengucapkan terima kasih sebelum Ibu pergi. Setiap saat semasa Ibu belum betul2 pulih, memang Ayah yang menaruh sepenuh keyakinan yang Ibu akan sembuh. Keyakinan itulah yang menjadi peniup semangat untuk Ibu."

Katanya lagi,"Tak apa. Tak payahlah cakap macam tu lagi."

Namun, aku tetap berkata,"Terima kasih Ayah, untuk segala-galanya..."

Mulai dari malam2 seterusnya, aku hanya bersalam dan mencium tangan suamiku sebelum tidur. Walaupun tiada apa2 ungkapan yang diucapkan, ianya mempunyai makna yang amat mendalam...